Archive for the ‘budidaya’ Category

Perjalanan Ke Pertanian Gasol Cianjur

October 23, 2007

sd-negeri-gasol.jpgSudah lama keinginan jalan-jalan ke pertanian Gasol Cianjur terpendam, dan baru kemarin keinginan tersebut terlaksana. Saya sebagai warga cianjur juga belom tahu kalau ternyata di kabupaten cianjur ada pertanian organik di daerah Desa Gasol Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur.

Dengan persiapan yang matang kami sekeluarga jalan menuju pertanian di gasol. Kami ingin melihat langsung pertanian organik yang terkenal dan ingin memperkenalkan adik-adik dan sodara dari jakarta bahwa di cianjur ada sebuah pertanian yang subur dan indah.

gasol.jpgSebenarnya tidak sulit untuk mencari desa gasol, karena kalau kita tanya pada orang-orang pasti tahu desa gasol – cugenang. Tetapi untuk ke tempat pertanian organik gasol sungguh sulit, Kami sekeluarga bolak-balik tidak juga menemukan. Karena memang di sepanjang jalan desa gasol tidak ada penunjuk arah yang menunjukkan pertanian Organik Gasol.

Kami sudah bertanya sana-sini termasuk ke Ojek ***yang biasanya paham lokasi*** juga tidak ada hasilnya…

Anak-anak dan sodara sudah tidak sabar lagi ingin cepat-cepat sampai ke pertanian gasol. Karena kelelahan mencari, akhirnya kami beristirahat di SDN Gasol, dan anak-anak kami biarkan lepas dan bermain di pematang sawah sekitar SDN Gasol.

Kami sekeluarga sudah berjanji, liburan depan akan tetap ke pertanian gasol kembali. Tentunya dengan membawa peta dari WEB GASOLORGANIK dan juga Kontak Telponnya.

Cianjur Jagoan?!

September 23, 2007

Sungguh Mengagetkan berita yang saya baca mengenai cianjur yang di muat di web MENKOKESRA bahwa Kabupaten Cianjur Termasuk dalam katagori Jagoan Dalam Hal Jual Beli Perempuan… Di Beritakan berupa File PDF pada Bulan Juni yang lalu.

Kabupaten Cianjur yang dikenal sebagai kota Gerbang Marhamah (Gerakan Masyarakat Berakhlakul Karimah) ternyata peringkat kedua di Jawa Barat dalam urusan jual beli perempuan dan keperawanan alias trafficking. Hal tersebut dikemukakan Ketua Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kabupaten Cianjur, Liya Yulia, kepada sejumlah wartawan usai menjadi pembicara dalam acara semiloka Optimalisasi Kerjasama Masyarakat dan Aparat**

(more…)

Cianjur Juara Jaring Apung

December 2, 2002

Bupati Cianjur Ir. Wasidi Swastomo dan Ketua Kelompok Petani Jaring Apung Mina Setia Karya Kecamatan Mande Hj. Jamilah menerima penghargaan dari Presiden RI Megawati Soekarnoputri atas keberhasilannya menjadi juara I Tingkat Nasional Jaring Terapung yang diselengarakan Depatemen Kelautan dan Perikanan.

Pemberian penghargaan itu dilakukan pada peringatan Hari Nusantara yang diselenggarakan di Pelabuhan Samudra Muara Baru Jakarta, Jumat (13/12).

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Cianjur drh. H. Pandji Satria, M.M., M.B.A., penghargaan yang dibe-rikan oleh presiden merupakan kebanggaan bagi Cianjur dan khususnya para petani ikan. Itu menjadi bukti keberhasilan Kab. Cianjur dalam melakukan pengembangan budi daya ikan dengan metode jaring apung.
(more…)

Budi Daya Ikan Mas Bakal Mulus

January 13, 2002

Kematian ikan mas dalam jumlah besar pada berbagai jaring terapung di Waduk Cirata diperkirakan tak akan terjadi pada musim penghujan ini, terutama bila melihat kenyataan kondisi budi daya hingga Januari 2005 masih tampak normal. Diduga kondisi ini disebabkan efek positif dari diversifikasi budi daya ikan dengan jenis nila, tawes, sepat, yang mampu menahan menyebarnya virus herpes. Gambaran ini terlihat dari pengamatan yang dilakukan bersama sejumlah pejabat Dinas Perikanan Jabar, di Waduk Cirata, Selasa (11/1).

Menurut pengamatan, nyaris tak terlihat adanya ikan mas yang mati, bahkan berbagai ikan mas yang dibudidayakan berhasil dipanen. Pada sisi lain, banyak pembudi daya ikan yang juga mengusahakan ikan nila, tawes, sepat, di antara petak ikan mas yang diusahakan.

Kepala Badan Pelestarian Perikanan Perairan Umum (BP3U) Dinas Perikanan Jabar Kec. Cikalong Kulon Kab. Cianjur, Toni Achmad K., menyebutkan belakangan banyak pembudidaya ikan yang makin sadar dan mau mengubah pola usaha untuk menghindari risiko kegagalan usaha. Apalagi, budi daya ikan nila, tawes, sepat, lebih tahan terhadap serangan virus herpes, atau efek perubahan kondisi cuaca, serta mampu menghabisi sejumlah organisme pengganggu ikan.

Kalaupun kematian ikan mas sudah terjadi, menurutnya, sejauh ini hanya terjadi pada awal Desember tahun lalu. Jumlahnya mencapai 500 ton yang terjadi pada dua zona dari total 18 zona pembudi dayaan ikan yang ada di Waduk Cirata.

“Namun ini pun akibat pembudi daya nekat mengusahakan ikan mas pada Zona Babakan Garut dan Zona Calingcing, yang justru merupakan aliran utama (main stream) Sungai Citarum. Padahal, Dinas Perikanan Jabar sudah melarang kedua zona itu digunakan untuk budi daya ikan,” katanya.

Pada kondisi musim hujan, pada aliran utama sering terjadi arus balik, di mana permukaan bawah air sering naik ke atas. Karena membawa berbagai material, kemudian mengganggu pernapasan ikan mas, yang justru saat itu berebut memperoleh oksigen.

Yang disesalkan, katanya, pada kedua zona tersebut, walaupun Dinas Perikanan Jabar dan PT PLN selaku pengelola sudah melarang dibudidayakan ikan, namun ada pembudi daya ikan yang memperoleh izin dari kabupaten dengan alasan otonomi daerah. Pasalnya, Waduk Cirata terdapat pada tiga kabupaten, Cianjur, Purwakarta, dan Kab. Bandung.

“Dengan kondisi ini, kami berharap lebih terjalin koordinasi dan penanganan yang pasti, dalam penanganan berbagai jaring apung budi daya ikan yang ada. Pada sisi lain retribusinya terus ditarik, namun dalam hal tanggung jawab terkesan saling tuding,” keluh Toni Achmad.

Di Waduk Cirata saat ini terdapat 39.643 petak jaring apung dimana yang operasional tidak lebih dari 13.000 unit dari 12.000-an petak yang direkomendasikan. “Kelebihan hampir seribu, masih bisa dianggap normal, ” tuturnya. Yang sedang tak beroperasi, umumnya karena sedang istirahat budi daya, usai panen, dll.

Perlu koordinasi

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Jabar, Darsono, menyebutkan, dalam penanganan budidaya ikan di jaring apung juga memerlukan koordinasi dengan instansi pemerintah lain dalam penanganan lanjut. Terutama dalam bidang pemasaran dan perdagangan, serta teknis lingkungan.

Pada sisi lain, Dinas Perikanan Jabar juga berencana mengembangkan dan memperluas usaha budi daya ikan air tawar sistem jaring apung pada beberapa kabupaten lainnya. Di antaranya, dengan memanfaatkan sejumlah areal bekas galian C, terutama yang terdapat di Kabupaten Karawang.

Soal adanya ikan mati walaupun jumlahnya hanya sedikit pada sejumlah petak jaring apung, diakui Toni Achmad, akibat perubahan bisa memunculkan virus herpes. Selamatnya ikan memang sudah menggembirakan, namun tetap harus diwaspadai kemungkinan masih adanya kemungkinan gejalan serangan herpes. Namun ini dapat diantisipasi selama para pembudidaya mematuhi instruksi yang diberikan pemerintah